Lansia seringkali menghadapi penurunan fungsi tubuh yang membuat mereka rentan terhadap berbagai penyakit. Dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan dan santunan yang diadakan oleh Lembaga Wujud Aksi Nyata (WAN) baru-baru ini, di mana hampir 100 penerima manfaat lansia diperiksa, ditemukan bahwa ada tiga kondisi kesehatan utama yang paling umum—dan paling berbahaya—karena sering kali tidak disadari gejalanya.
Tiga kondisi ini dikenal sebagai silent killer (pembunuh senyap) karena dapat merusak organ vital secara perlahan tanpa gejala berarti. Berikut adalah hasil temuan dan kiat pencegahannya:

1. Hipertensi (Dideteksi dari Cek Tensi Darah)
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah musuh utama para lansia. Dalam banyak kasus, lansia merasa baik-baik saja hingga tiba-tiba mengalami komplikasi serius.
- Mengapa Berbahaya? Hipertensi memaksa jantung bekerja lebih keras dan merusak dinding pembuluh darah. Jika tidak terkontrol, ini adalah penyebab utama stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal.
- Kiat Pencegahan:
- Kurangi Garam: Batasi asupan garam (natrium) harian.
- Olahraga Ringan: Lakukan aktivitas fisik ringan secara teratur seperti berjalan kaki.
- Kelola Stres: Stres dapat memicu lonjakan tensi. Kelola dengan istirahat yang cukup dan meditasi sederhana.
2. Diabetes Melitus (Dideteksi dari Cek Gula Darah)
Pemeriksaan gula darah menjadi krusial. Gula darah tinggi yang terus-menerus merusak saraf dan pembuluh darah kecil di seluruh tubuh, namun gejalanya sering dianggap sepele (mudah haus atau sering buang air kecil).
- Mengapa Berbahaya? Diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan ginjal, kebutaan, luka yang sulit sembuh, hingga amputasi.
- Kiat Pencegahan:
- Batasi Karbohidrat Sederhana: Kurangi konsumsi nasi putih, roti, dan minuman manis. Ganti dengan karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau ubi.
- Cek Berkala: Jangan tunggu gejala. Lakukan pengecekan gula darah secara rutin, seperti yang difasilitasi oleh WAN.
3. Hiperurisemia (Dideteksi dari Cek Asam Urat)
Meskipun sering dianggap sebagai penyakit sendi biasa, kadar asam urat tinggi atau hiperurisemia dapat menjadi indikasi masalah metabolisme yang lebih besar dan berpotensi merusak ginjal.
- Mengapa Berbahaya? Kristal asam urat yang menumpuk tidak hanya menyebabkan nyeri sendi (Gout), tetapi juga dapat mengendap di ginjal dan membentuk batu ginjal, yang jika dibiarkan dapat menyebabkan gagal ginjal.
- Kiat Pencegahan:
- Hindari Makanan Tinggi Purin: Kurangi jeroan, makanan laut, daging merah, dan minuman beralkohol (jika non-Muslim).
- Perbanyak Air Putih: Minum air putih yang cukup membantu melarutkan dan membuang asam urat dari tubuh melalui urine.
Kesadaran Adalah Kunci Utama
Kegiatan cek kesehatan gratis yang diadakan Lembaga Wujud Aksi Nyata, yang melayani ratusan lansia, menegaskan bahwa kesadaran dan deteksi dini adalah pertahanan terbaik.
Para lansia diberi kesempatan untuk berkonsultasi langsung dan memahami angka-angka krusial dalam tubuh mereka. Ini adalah langkah awal yang sangat penting: mengetahui risiko agar bisa segera mengambil tindakan pencegahan.
Mari kita terus dukung inisiatif seperti ini, sehingga para sesepuh kita dapat menjalani masa tua dengan sehat, bahagia, dan jauh dari ancaman silent killer.
