#KawanAksi, jika Basmalah adalah kunci pembuka pintu keberkahan, maka Hamdalah (Alhamdulillah) adalah kunci untuk mengunci keberkahan tersebut agar tetap menetap pada kita. Sering kali kita begitu bersemangat saat memulai sesuatu, namun lupa bersyukur saat berhasil menyelesaikannya.
Mengucapkan “Alhamdulillah” bukan sekadar formalitas setelah makan atau selesai bekerja. Secara edukasi spiritual, kalimat ini memiliki kedahsyatan yang mampu mengubah cara pandang kita terhadap hasil yang kita terima.
1. Pengikat Nikmat Agar Tidak Hilang
Dalam Islam, syukur adalah pengikat nikmat. Para ulama sering menyebutkan bahwa nikmat yang tidak disyukuri akan mudah pergi, sedangkan nikmat yang disyukuri akan “terikat” dan bertambah. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran:
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu…” (QS. Ibrahim: 7).
Dengan mengucapkan Hamdalah di akhir tugas, kita sedang mengakui bahwa keberhasilan tersebut bukan semata-mata karena kehebatan kita, melainkan karena izin Allah. Pengakuan inilah yang membuat Allah rida untuk menambah nikmat-nikmat berikutnya.
2. Menghapus Dosa-Dosa Kecil dalam Aktivitas
Tanpa kita sadari, saat melakukan aktivitas—baik itu bekerja atau sekadar berkumpul dengan teman—mungkin ada lisan yang salah atau perbuatan yang kurang berkenan. Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa pujian kepada Allah setelah makan atau melakukan kegiatan bisa menjadi penggugur dosa.
Beliau bersabda:
“Sesungguhnya Allah sangat rida kepada hamba-Nya yang ketika selesai makan ia memuji-Nya (mengucapkan Alhamdulillah), dan ketika selesai minum ia memuji-Nya.” (HR. Muslim).
3. Penawar Penyakit Hati: “Post-Achievement Depression”
Terkadang, setelah mencapai sesuatu yang besar, manusia merasa kosong atau justru menjadi sombong. Mengucapkan Hamdalah secara sadar membantu kita tetap rendah hati (tawadhu).
Kalimat ini mengingatkan kita bahwa kita hanyalah perantara, sementara sumber kekuatannya adalah Allah. Ini adalah cara edukasi mental terbaik agar kita terhindar dari penyakit sombong (ujub) atas keberhasilan yang kita raih.
4. Menutup Celah Keluh Kesah
Hidup tidak selalu berjalan mulus. Namun, seorang Muslim diajarkan untuk tetap mengucapkan “Alhamdulillah ‘ala kulli haal” (Segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan).
Menutup kegiatan yang melelahkan atau bahkan yang hasilnya belum maksimal dengan Hamdalah akan memberikan ketenangan batin. Kita belajar untuk menerima bahwa takdir Allah selalu mengandung hikmah, meski belum terlihat saat ini.
Sempurnakan Lelahmu dengan Syukur
#KawanAksi, mari kita biasakan untuk tidak terburu-buru beranjak setelah menyelesaikan sesuatu. Ambil napas dalam, sadari bahwa kita baru saja diberi kekuatan oleh-Nya untuk menuntaskan sebuah urusan, dan ucapkanlah Alhamdulillahirabbil ‘alamin.
Semoga setiap pekerjaan yang kita tutup dengan Hamdalah menjadi saksi kebaikan kita di akhirat kelak.
Wujudkan rasa syukurmu dengan berbagi kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan: 👉 Wujud Aksi Nyata – Sedekah Syukur Kebaikan

