Setelah menyantap hidangan sahur yang mengenyangkan, rasa kantuk sering kali datang menyerang dengan hebat. Bagi banyak orang, kembali ke tempat tidur sambil menunggu waktu Subuh atau setelah Subuh adalah hal yang lumrah dilakukan. Namun, di balik kenyamanan tersebut, dunia medis memberikan peringatan serius mengenai dampak buruk tidur langsung setelah makan bagi sistem pencernaan.
Bagaimana pengaruh kebiasaan ini terhadap tubuh kita selama menjalankan ibadah puasa? Mari simak penjelasannya berdasarkan literatur kesehatan terkini.
1. Risiko Asam Lambung (GERD)
Masalah kesehatan yang paling sering timbul akibat tidur setelah sahur adalah Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Berdasarkan studi yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Gastroenterology, posisi berbaring tepat setelah makan menyebabkan katup antara kerongkongan dan lambung tidak menutup sempurna.
Hal ini membuat asam lambung yang sedang bekerja mencerna makanan sahur naik kembali ke kerongkongan. Dampaknya, #KawanAksi akan merasakan sensasi terbakar di dada (heartburn), mual, hingga rasa pahit di tenggorokan saat terbangun nanti.
2. Beban Kerja Pencernaan yang Melambat
Mengutip dari panduan kesehatan Mayo Clinic, saat kita tidur, proses metabolisme dan pencernaan tubuh secara alami melambat. Jika perut dalam kondisi penuh saat kita tertidur, makanan tidak akan tercerna secara maksimal. Hal ini sering kali menyebabkan perut terasa begah, kembung, dan rasa tidak nyaman sepanjang hari saat sedang berpuasa.
3. Risiko Penumpukan Lemak dan Obesitas
Meskipun puasa sering dianggap sebagai momen untuk menurunkan berat badan, kebiasaan tidur setelah sahur justru bisa memicu hal sebaliknya. Mengacu pada artikel kesehatan di Harvard Health Publishing, energi dari makanan yang baru saja masuk tidak akan digunakan untuk aktivitas jika kita langsung tidur, sehingga tubuh cenderung menyimpannya sebagai lemak. Inilah alasan mengapa beberapa orang justru merasa lebih berat badannya meskipun sedang berpuasa.
Solusi Produktif Setelah Sahur
Daripada kembali tidur, #KawanAksi sangat disarankan untuk melakukan aktivitas ringan guna membantu proses pencernaan, seperti:
- Berdzikir atau Membaca Al-Qur’an: Memberikan ketenangan batin sekaligus menjaga tubuh dalam posisi tegak.
- Persiapan Sedekah Pagi: Menjelang Subuh adalah waktu yang berkah. Gunakan waktu terjaga Kamu untuk merencanakan kebaikan hari ini.
Sambil menunggu waktu beraktivitas, Kamu bisa melakukan aksi nyata dengan membantu ketersediaan pangan bagi dhuafa melalui Wujud Aksi Nyata. Memastikan orang lain bisa menjalankan harinya dengan tenang adalah cara terbaik mengisi waktu pagi Kamu.
Salurkan kepedulian Kamu di sini: 👉 Infaq Berkah Pagi – Wujud Aksi Nyata
Beri Jeda untuk Tubuh
Pakar kesehatan menyarankan untuk memberi jeda minimal 2 hingga 3 jam setelah makan sebelum memutuskan untuk tidur. Dengan menjaga pola tidur yang sehat setelah sahur, #KawanAksi akan merasa lebih bugar, bertenaga, dan terhindar dari penyakit lambung selama bulan Ramadan.
