Di bulan Ramadan, kita mengenal dua istilah besar terkait turunnya Al-Qur’an, yaitu Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar. Banyak yang bertanya, “Jika Al-Qur’an turun di malam Lailatul Qadar, mengapa kita juga memperingati Nuzulul Quran di tanggal 17 Ramadan?”
Untuk menjawab keraguan #KawanAksi, mari kita bedah perbedaan mendasarnya dari sisi waktu, peristiwa, dan maknanya menurut penjelasan para ulama.
1. Perbedaan Waktu Kejadian
- Nuzulul Quran: Di Indonesia dan banyak negara lainnya, Nuzulul Quran diperingati setiap tanggal 17 Ramadan. Tanggal ini merujuk pada peristiwa turunnya wahyu pertama (Surah Al-Alaq 1-5) kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira.
- Lailatul Qadar: Terjadi pada 10 malam terakhir di bulan Ramadan, khususnya di malam-malam ganjil. Waktu pastinya dirahasiakan oleh Allah SWT agar umat Islam bersungguh-sungguh beribadah di sepanjang akhir Ramadan.
2. Perbedaan Proses Turunnya Al-Qur’an
Para ulama, termasuk Imam Ibnu Katsir, menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam dua tahapan:
- Tahap Pertama (Lailatul Qadar): Al-Qur’an diturunkan secara utuh dari Lauhul Mahfuz ke Baitul Izzah (langit dunia) sekaligus. Peristiwa agung ini terjadi pada malam Lailatul Qadar.
- Tahap Kedua (Nuzulul Quran): Al-Qur’an diturunkan dari langit dunia kepada Nabi Muhammad SAW secara bertahap selama kurang lebih 23 tahun. Wahyu pertama yang menandai dimulainya tahap ini terjadi pada 17 Ramadan.
3. Perbedaan Makna dan Keutamaan
- Nuzulul Quran: Menjadi simbol dimulainya risalah kenabian Muhammad SAW dan turunnya petunjuk (Al-Furqan) bagi umat manusia. Kita memperingatinya untuk meningkatkan kecintaan dan interaksi kita dengan membaca serta mengamalkan Al-Qur’an.
- Lailatul Qadar: Dikenal sebagai “Malam Kemuliaan” yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Fokus utamanya adalah pada keberkahan ibadah, di mana doa-doa dikabulkan dan takdir tahunan ditetapkan oleh Allah SWT.
4. Amalan yang Dianjurkan
Meskipun berbeda secara definisi, keduanya mengajak #KawanAksi pada satu muara: Mendekat kepada Al-Qur’an.
- Di malam Nuzulul Quran, perbanyaklah tadarus dan mempelajari tafsir Al-Qur’an.
- Di malam Lailatul Qadar, kencangkan ibadah malam (i’tikaf) dan perbanyak sedekah sebagai investasi pahala ribuan bulan.
Sempurnakan Syukur dengan Berbagi
Al-Qur’an turun sebagai rahmat bagi semesta alam. Mari wujudkan rahmat tersebut dengan menebar manfaat bagi sesama yang membutuhkan. Di malam-malam penuh keberkahan ini, setiap rupiah yang #kawanaksi sedekahkan akan menjadi saksi kebaikan di akhirat nanti.
Salurkan kepedulian Kamu untuk membantu yatim dan dhuafa melalui Wujud Aksi Nyata: 👉 Infaq Berkah Ramadan – Wujud Aksi Nyata
Dua Momen Menuju Satu Tujuan
Nuzulul Quran adalah peringatan sejarah turunnya wahyu, sementara Lailatul Qadar adalah perburuan kemuliaan ibadah. Keduanya adalah undangan dari Allah agar kita menjadi pribadi yang lebih bertaqwa.