Dalam interaksi sosial, lisan bisa menjadi jembatan kebaikan, namun bisa juga menjadi pedang yang melukai. Di antara perilaku yang paling dilarang dalam Islam adalah Namimah dan Ghibah. Meski keduanya melibatkan pembicaraan tentang orang lain, keduanya memiliki definisi dan dampak yang berbeda.
Bagi #KawanAksi, mari kita kenali lebih dalam agar kita bisa menjauhi perilaku ini demi menjaga kesucian hati.
1. Apa Itu Ghibah? (Menggunjing)
Secara bahasa, ghibah berarti membicarakan orang lain di belakangnya. Rasulullah SAW memberikan definisi yang sangat jelas dalam Hadits Riwayat Muslim:
“Tahukah kalian apa itu ghibah? Para sahabat menjawab: Allah dan Rasul-Nya lebih tahu. Beliau bersabda: Engkau menceritakan tentang saudaramu sesuatu yang ia benci.”
Meskipun yang diceritakan itu benar adanya (fakta), namun jika orang yang dibicarakan tidak suka hal itu disebarkan, maka itu tetap disebut ghibah. Jika yang diceritakan adalah bohong, maka itu disebut Fitnah.
- Bahayanya: Allah mengibaratkan orang yang ghibah seperti memakan daging saudaranya sendiri yang sudah mati (QS. Al-Hujurat: 12).
2. Apa Itu Namimah? (Adu Domba)
Namimah adalah memindahkan perkataan seseorang kepada orang lain dengan tujuan untuk merusak hubungan atau menciptakan permusuhan di antara keduanya.
Ciri Khas: Pelakunya sering berkata, “Si A bilang begini lho tentang kamu…” dengan maksud agar si pendengar marah kepada si A.
- Bahayanya: Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba (Nammam).” (HR. Bukhari dan Muslim). Namimah adalah salah satu penyebab siksa kubur yang sangat pedih.
3. Perbedaan Utama
Ghibah fokus pada memuaskan nafsu bicara dengan membeberkan aib atau kekurangan orang lain.
Namimah fokus pada misi jahat untuk memecah belah hubungan atau mengadu domba dua pihak yang awalnya rukun.
4. Cara Menghindarinya
- Sibukkan Diri dengan Kebaikan: Orang yang sibuk memperbaiki diri tidak akan punya waktu untuk mengurusi aib orang lain.
- Prinsip Tiga Saring: Sebelum bicara, tanyakan pada diri sendiri: Apakah ini benar? Apakah ini baik? Apakah ini perlu?
- Segera Alihkan Pembicaraan: Jika berada dalam lingkaran ghibah, cobalah untuk membela orang yang dibicarakan atau segera ganti topik pembicaraan.
Bersihkan Hati dengan Kebaikan Nyata
Daripada menghabiskan waktu membicarakan kekurangan orang lain, alangkah indahnya jika kita fokus membantu menutupi kekurangan mereka melalui aksi nyata. Sedekah adalah salah satu cara terbaik untuk melembutkan hati dan menjauhkan kita dari sifat-sifat tercela.
Mari #KawanAksi, ganti lisan yang pahit dengan aksi yang manis bagi sesama melalui Wujud Aksi Nyata: 👉 Sedekah Pembersih Hati – Wujud Aksi Nyata
Lisanmu, Surgamu atau Nerakamu
Ghibah dan Namimah adalah racun dalam persaudaraan. Mari kita berkomitmen untuk menjadikan lisan kita sebagai sumber inspirasi dan kedamaian, bukan sebagai alat pemecah belah.