Uluran Tangan untuk Kakek Idris dan Adik Dama di Langsa, Aceh

Kisah perjuangan Kakek Idris (71 tahun) di Desa Cinta Raja, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, Aceh, adalah gambaran nyata dari kasih sayang tak terbatas. Di bawah terik matahari yang menyengat, dengan langkah terseok tanpa alas kaki, Kakek Idris menyusuri jalanan sejauh 20 kilometer setiap hari. Bukan hanya membawa dagangan usus goreng, ia juga menggendong cucu tercintanya, Muhammad Dama (9 tahun), yang mengidap Cerebral Palsy dan Bronkopneumonia.

Kisah pilu ini menjadi pemicu bagi kami untuk segera bergerak.

Perjuangan Sebatang Kara di Bantaran Sungai

Kisah pilu Dama dimulai pada 2018, tepat setelah ia didiagnosis sakit. Kedua orang tuanya pergi merantau dan tidak pernah kembali, meninggalkan Dama yang masih berusia 4 tahun bersama sang kakek di sebuah gubuk reot berdinding tepas anyaman bambu tanpa listrik.

Setiap hari, Kakek Idris terpaksa membawa Dama yang sakit berjalan bersamanya sejauh 20 kilometer, karena tak ada yang menjaga di rumah. Dengan keuntungan harian hanya sekitar Rp10.000, Kakek hanya bisa membeli beras dan air, bahkan busa tempat tidur Dama sudah lusuh dan kakinya sering digigit tikus saat malam tiba. Melihat cucunya menangis menahan panas dan sakit sering membuat Kakek terenyuh. Harapan terbesarnya sederhana: melihat Dama sembuh dan bisa bermain normal sebelum ajal menjemput.

Bantuan UntukKakek Idris dan Adik Dama

Alhamdulillah, berkat izin dan karunia Allah SWT, kami dan para relawan dapat segera bergerak untuk meringankan beban Kakek Idris dan Dama. Kondisi yang sangat mendesak ini—mulai dari tempat tinggal yang tak layak, hingga kesulitan memenuhi kebutuhan pangan—membuat bantuan yang tersalurkan terasa begitu berharga.

Pada kesempatan kunjungan ini, pararelawan menyalurkan bantuan berupa paket sembako lengkap untuk memastikan kebutuhan pangan mereka tercukupi, serta sejumlah uang tunai yang dapat digunakan Kakek Idris untuk kebutuhan mendesak tanpa harus memaksakan diri berjualan saat sakit. Bantuan ini menjadi jeda istirahat bagi sang kakek.

Terima Kasih kepada Para #KawanAksi

Kami panjatkan syukur sebesar-besarnya, dan terima kasih tak terhingga kami sampaikan kepada seluruh #KawanAksi di manapun berada. Kamu adalah pahlawan sejati bagi Kakek Idris dan Dama.

Tindakan mulia Kamu telah mengubah kisah pilu ini menjadi harapan nyata. Keikhlasan #KawanAksi yang mempercayakan amanah melalui kami telah memastikan Kakek Idris mendapatkan sedikit keringanan di usia senjanya. Semoga setiap rupiah yang Kamu berikan dibalas dengan pahala berlipat ganda, dan Allah SWT menjadikan rezeki Kamu berkah, mengalir, serta selalu dilindungi dari kesulitan.

Mari Lanjutkan Estafet Kebaikan

Kisah Kakek Idris adalah pengingat bahwa di sekitar kita, masih banyak lansia dhuafa sebatang kara yang berjuang dalam keterbatasan dan penyakit.

Mari kita teruskan estafet kebaikan ini. Jadikan kepedulian sebagai gaya hidup. Jangan biarkan mereka berjuang sendirian.

“Tidak ada yang terjadi di alam semesta ini, kecuali dengan izin Allah.” Dan, izin Allah hadir melalui tangan-tangan kebaikan Anda. Sampai jumpa di aksi kemanusiaan berikutnya!

Postingan Lainnya

Organisasi filantropi profesional yang menyalurkan donasi dan menjalankan program sosial untuk pemberdayaan desa di Indonesia.

copyright @ 2025
Terms & Conditions | Hubungi kami