Author: Wujud Aksi Nyata

  • Menghangatkan Malam Santri: Penyaluran Alas Tidur di Lembata (NTT) dan Lombok Timur (NTB)

    Menghangatkan Malam Santri: Penyaluran Alas Tidur di Lembata (NTT) dan Lombok Timur (NTB)

    Pada tanggal 17 November 2025, Wujud Aksi Nyata (WAN) melaksanakan program penyaluran bantuan logistik yang difokuskan untuk meningkatkan kenyamanan belajar dan istirahat para santri di dua pulau berbeda. Misi kebaikan ini menyasar Ponpes Manahil Al-Irfan di Lembata, NTT, dan Ponpes Tahfidz Qur’an Al-Islamiyah di Lombok Timur, NTB.

    Pendistribusian Logistik Alas Tidur

    Kegiatan penyaluran diawali dengan persiapan yang matang. Tim relawan segera memesan dan membeli alas tidur dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Setelah semua alas tidur terkumpul, sebanyak 15 pcs alas tidur dimuat menggunakan mobil untuk segera didistribusikan ke lokasi yang telah ditetapkan.

    Penyaluran ini mencakup dua lokasi utama:

    1. Ponpes Manahil Al-Irfan: Berlokasi di Jl. Trans Kedang, Desa Atu Walupang, Kecamatan Buyasari, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).
    2. Ponpes Tahfidz Qur’an Al-Islamiyah: Berlokasi di Jl. Wisata Lemor, Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

    Alas tidur yang disalurkan akan memberikan manfaat langsung bagi total 150 Penerima Manfaat di kedua pondok pesantren tersebut. Kenyamanan tidur yang layak sangat penting untuk mendukung kesehatan, fokus belajar, dan kekhusyukan ibadah para santri penghafal Al-Qur’an.

    Ucapan Syukur dan Apresiasi

    Alhamdulillah, meskipun jarak keduanya berjauhan, seluruh proses pendistribusian alas tidur pada 17 November 2025 berjalan lancar dan tuntas.

    Kami mengucapkan terima kasih setulus-tulusnya kepada seluruh #KawanAksi yang telah berpartisipasi dalam program ini. Donasi Kamu telah menghadirkan alas tidur yang hangat dan nyaman bagi para calon ulama dan penghafal Al-Qur’an di Lembata dan Lombok Timur.

    Menopang Generasi Penerus Bangsa

    Setiap alas tidur yang disalurkan adalah investasi kita untuk masa depan agama dan bangsa. Kenyamanan yang mereka rasakan saat beristirahat akan menunjang kualitas hafalan dan studi mereka.

    Mari terus dukung Wujud Aksi Nyata dalam program pendidikan dan santri. Bersama #KawanAksi, kita pastikan generasi penerus bangsa dapat belajar dan beribadah dengan fasilitas yang layak.

  • Perjalanan Kebaikan ke Sulawesi Barat: Penyaluran Karpet Masjid Jamaah As-Salam, Majene

    Perjalanan Kebaikan ke Sulawesi Barat: Penyaluran Karpet Masjid Jamaah As-Salam, Majene

    Pada tanggal 11 November 2025, Wujud Aksi Nyata (WAN) memulai sebuah perjalanan spiritual yang jauh menuju timur Indonesia. Misi kali ini adalah memastikan kenyamanan ibadah bagi saudara-saudara kita di Masjid As-Salam, yang terletak di Desa Kabiran, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Perjalanan ini membuktikan bahwa jarak geografis tidak pernah menjadi penghalang bagi kebaikan.

    Menempuh Jalan Berliku Demi Sajadah Baru

    Hari itu menjadi salah satu hari penuh berkah dan semangat. Setelah memastikan karpet masjid—sebanyak 5 roll karpet berkualitas—sudah dibeli dan digulung rapi, tim relawan memulai perjalanan.

    Akses menuju Desa Kabiran, yang jauh dari pusat kota dengan jalanan yang berkelok, bukanlah rute yang singkat. Namun, setiap kilometer terasa lebih ringan karena niat tulus untuk membantu menjadi bahan bakar semangat. Di ujung perjalanan, terdapat 250 jiwa jamaah masjid yang menanti kehadiran tim dengan penuh harap.

    Sesampainya di Masjid As-Salam, suasana haru tak terelakkan. Wajah para jamaah terlihat sumringah menyambut. Lantai masjid yang sebelumnya hanya beralaskan sajadah kecil dan tikar biasa, kini siap dihampari karpet baru.

    Penyaluran dan Momen Penuh Syukur

    Momen puncak terjadi ketika karpet-karpet panjang tersebut digelar bersama-sama di lantai masjid. Suasana menjadi hangat dan khusyuk. Karpet baru itu kini menutupi lantai dingin yang selama ini menjadi tempat bersujud para jamaah.

    Kami semua turut mengucap Hamdalah dan memanjatkan doa terbaik bagi para #kawanaksi dan relawan. Kegiatan hari itu bukan hanya tentang mengganti alas shalat, tetapi juga tentang memberikan kenyamanan dan meningkatkan kualitas ibadah bagi total 250 jiwa jamaah Masjid As-Salam.

    Hikmah dari Setiap Langkah

    Perjalanan ke Majene ini memberikan pelajaran berharga: sekecil apa pun kontribusi, jika diniatkan karena Allah, akan menjadi jalan kebaikan yang besar. Terima kasih tak terhingga kami sampaikan kepada seluruh #KawanAksi. Karena telah menghadirkan kenyamanan di Rumah Allah, dan semoga setiap sujud yang dilakukan di atas karpet baru ini menjadi pahala jariyah yang terus mengalir deras pahalanya.

    Mari terus berkontribusi dalam pembangunan masjid dan fasilitas ibadah di pelosok negeri!

  • Penyaluran Program Lansia Dhuafa: Bantuan Sembako untuk Abah Ajang di Kota Bandung

    Penyaluran Program Lansia Dhuafa: Bantuan Sembako untuk Abah Ajang di Kota Bandung

    Pada tanggal 12 November 2025, Wujud Aksi Nyata (WAN) melaksanakan kegiatan penyaluran bantuan di bawah Program Lansia Dhuafa. Kegiatan ini merupakan realisasi komitmen organisasi untuk memberikan dukungan logistik kepada kelompok masyarakat lansia yang tergolong dhuafa di wilayah Kota Bandung.

    Penyaluran dilakukan dengan sasaran spesifik pada kediaman Abah Ajang.

    Detail Penyaluran dan Bentuk Bantuan

    Penerima manfaat, Abah Ajang, adalah seorang lansia yang diidentifikasi membutuhkan bantuan kebutuhan pokok. Kegiatan ini bertujuan utama untuk meringankan beban ekonomi harian yang dihadapi beliau.

    Bentuk Bantuan yang Diserahkan:

    Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako. Pemberian sembako ini berfungsi sebagai:

    1. Pemenuhan Kebutuhan Pangan: Menjamin ketersediaan nutrisi dan bahan makanan pokok bagi Abah Ajang.
    2. Mitigasi Beban Finansial: Mengurangi alokasi anggaran pribadi Abah Ajang untuk kebutuhan dapur.

    Ungkapan Syukur dari Abah Ajang

    Alhamdulillah, proses penyaluran bantuan kepada Abah Ajang di Kota Bandung telah berjalan dengan lancar dan tuntas sesuai jadwal yang ditetapkan.

    Setelah penyaluran dilaksanakan, Abah Ajang memberikan testimoni sebagai bentuk pengakuan atas bantuan yang diterima:

    Testimoni Penerima Manfaat: “Terima kasih untuk Wujud Aksi Nyata dan para donatur yang telah membantu Abah. Semoga semua selalu diberikan kesehatan dan dilancarkan rezekinya.”

    Kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh #KawanAksi atas partisipasi dan amanah yang telah diberikan. Kontribusi Kamu adalah penentu keberhasilan Program Lansia Dhuafa ini.

    Ayo Terus Menebar Manfaat Untuk Sesama

    Wujud Aksi Nyata mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung Program Lansia Dhuafa. Dukungan berkelanjutan diperlukan untuk memastikan bantuan logistik dapat menjangkau lebih banyak lansia dhuafa di berbagai wilayah.

    Kontribusi dari #KawanAksi penting dalam menjamin hak dasar dan kesejahteraan lansia.

  • Penyaluran Bantuan Medis dan Logistik untuk Adik Zania di Pulo Geulis, Bogor

    Penyaluran Bantuan Medis dan Logistik untuk Adik Zania di Pulo Geulis, Bogor

    Di tengah kesederhanaan rumahnya di Pulo Geulis, Bogor, terpancar ketabahan luar biasa dari seorang ibu yang menggendong buah hatinya, Adik Zania. Adik Zania adalah salah satu penerima manfaat Program Medis dari Wujud Aksi Nyata (WAN) yang berjuang melawan penyakit. Foto diatas menjadi saksi bisu, bukan hanya dari bantuan yang diterima, tetapi juga dari kasih sayang tak terbatas yang menyelimuti perjuangan mereka.

    Uluran Tangan di Jantung Kota Bogor

    Pada tanggal 12 November 2025, tim relawan WAN bergerak cepat menuju rumah Adik Zania di Pulo Geulis, RT. 002/RW. 004, Desa Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat. Lokasi yang berada di jantung Kota Bogor ini menyimpan kisah perjuangan keluarga dhuafa yang harus berhadapan dengan biaya pengobatan yang berat.

    Adik Zania, yang masuk dalam kategori penerima manfaat dhuafa dan anak sakit, membutuhkan dukungan finansial yang signifikan untuk melanjutkan proses pengobatan dan perawatan medisnya.

    Meskipun fokus utama program ini adalah Biaya Pengobatan, tim juga menyalurkan bantuan logistik penting yang tampak dalam foto, sebagai dukungan nutrisi dan kebutuhan dasar:

    1. Biaya Pengobatan dan Perawatan Medis: Diserahkan untuk menjamin kelancaran penanganan kesehatan Adik Zania.
    2. Paket Sembako Lengkap: Beras berkualitas, telur, minyak goreng (Sunco), gula, dan makanan kaleng, untuk memastikan nutrisi Adik Zania dan keluarga terpenuhi selama proses pengobatan.

    Ucapan Syukur dan Terima Kasih dari Keluarga

    Momen penyaluran ini penuh haru. Ibu Adik Zania menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kepedulian yang diterima.

    Testimoni Penerima Manfaat: “Terima kasih untuk Wujud Aksi Nyata dan para donatur yang telah membantu. Semoga semua selalu diberikan kesehatan dan dilancarkan rezekinya.”

    Ucapan tulus ini menjadi penguat semangat bagi tim relawan dan seluruh #KawanAksi bahwa setiap donasi memiliki arti vital, terutama dalam menyelamatkan masa depan seorang anak.

    Mari Terus Menjadi Penopang Kesehatan Anak Bangsa

    Program Medis ini adalah bukti nyata komitmen Wujud Aksi Nyata untuk memastikan bahwa masalah biaya tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak dhuafa untuk mendapatkan perawatan terbaik.

    Terima kasih sebesar-besarnya kami haturkan kepada seluruh #KawanAksi. Kamu adalah pilar yang menopang perjuangan Adik Zania. Mari kita terus bergerak bersama, menjadi perpanjangan tangan Allah untuk meringankan beban mereka yang sakit.

    Dukungan Kamu adalah nafas bagi perjuangan mereka. Bersama, kita pulihkan harapan.

  • Semangat Tak Kenal Lelah: Bantuan Sembako Menghangatkan Perjuangan Abah Asep di Garut

    Semangat Tak Kenal Lelah: Bantuan Sembako Menghangatkan Perjuangan Abah Asep di Garut

    Garut, Jawa Barat, menjadi saksi bisu perjuangan seorang lansia inspiratif, Abah Asep (64 tahun). Sejak tahun 2008, sudah 17 tahun lamanya Abah menjalani profesi sebagai pedagang balon keliling. Beliau dikenal sangat gigih, berjalan kaki menempuh jarak ekstrem, antara 10 hingga 20 kilometer setiap hari, tak peduli hujan atau terik menyengat.

    Perjuangan ini bukan semata-mata untuk diri sendiri, melainkan demi menafkahi anak dan cucunya. Kisah Abah Asep, yang berikhtiar tanpa kenal lelah meski berada di usia senja, adalah panggilan hati bagi Wujud Aksi Nyata (WAN) untuk segera memberikan dukungan.

    Tantangan Ekonomi: Penghasilan Minim di Bawah Keterbatasan

    Meskipun jarak yang ditempuh sangat jauh dan usaha yang dikerahkan begitu besar, hasil yang dibawa pulang oleh Abah Asep seringkali sangat minim. Penghasilan harian beliau rata-rata hanya berkisar Rp10.000 hingga Rp50.000. Jumlah ini tentu jauh dari cukup untuk menopang kebutuhan hidup keluarga dhuafa di Garut.

    Keterbatasan inilah yang memicu Program Bantuan Lansia Dhuafa dari Wujud Aksi Nyata.

    Penyaluran Sembako dan Santunan Tunai

    Tim relawan WAN segera menjangkau Abah Asep di Garut untuk memastikan beliau menerima bantuan yang layak. Penyaluran ini bertujuan memberikan dukungan logistik agar Abah Asep dapat sedikit mengurangi beban pikirannya terkait kebutuhan pangan.

    Bantuan yang telah disalurkan meliputi:

    1. Paket Sembako Lengkap: Diberikan untuk menjamin kebutuhan pokok keluarga Abah Asep terpenuhi, sehingga hasil penjualan balon dapat dialihkan sepenuhnya untuk kebutuhan mendesak anak dan cucu.
    2. Santunan Uang Tunai: Disalurkan sebagai dana darurat dan tambahan modal, memberikan sedikit kelonggaran finansial bagi Abah Asep.

    Momen penyerahan bantuan disambut dengan senyum haru. Kepada kami, Abah Asep mengungkapkan rasa syukurnya.

    Kami sampaikan terima kasih tak terhingga kepada seluruh #KawanAksi yang telah mempercayakan donasinya untuk program bantuan sembako ini.

    Kontribusi dari kamu adalah energi yang menopang semangat juang Abah Asep. Setiap rupiah yang disumbangkan kini menjelma menjadi ketenangan bagi keluarga yang berjuang keras. Semoga Allah SWT menerima amal kebaikan Kamu, melipatgandakan pahala, dan memberkahi rezeki Kamu.

    Mari Bersama Terus Dukung Lansia Dhuafa

    Kisah heroik Abah Asep adalah pengingat bahwa banyak lansia di Garut dan daerah lain yang berjuang sendirian.

    Mari jadikan semangat Abah Asep sebagai motivasi untuk terus berbuat baik. Dukung Wujud Aksi Nyata dalam program bantuan lansia agar kita dapat menjangkau lebih banyak pejuang keluarga lainnya.

    Jadilah bagian dari solusi. Bersama #KawanAksi, kita pastikan tidak ada lansia yang berjuang sendirian.

  • Harapan Baru di Sukabumi: Bantuan Kesehatan dan Modal Usaha untuk Adik Rizky

    Harapan Baru di Sukabumi: Bantuan Kesehatan dan Modal Usaha untuk Adik Rizky

    Pada tanggal 1 November 2025, tim relawan dari Asih Bumi Insani menjalankan sebuah misi kemanusiaan di Kabupaten Sukabumi, sebagai bagian dari Program Kesehatan dan Pemberdayaan. Fokus penyaluran kali ini adalah keluarga Adik Rizky, yang tergolong dhuafa dan membutuhkan dukungan kesehatan dan ekonomi.

    Sasaran Kebaikan: Rumah Adik Rizky

    Penyaluran ini dilakukan langsung ke kediaman Adik Rizky di Kp. Cijambe Girang, RT 002/010, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Keluarga Adik Rizky, yang terdiri dari 3 penerima manfaat, merupakan keluarga dhuafa yang saat ini sedang menghadapi tantangan terkait kesehatan dan kesulitan ekonomi.

    Tim relawan bergerak sebagai penanggung jawab program, memastikan bantuan yang diberikan bersifat holistik dan berkelanjutan.

    Bantuan Kesehatan dan Modal Usaha

    Bantuan yang disalurkan bersifat ganda, bertujuan untuk mengatasi masalah kesehatan yang mendesak sekaligus memberikan jalan keluar dari kesulitan ekonomi:

    1. Bantuan Kesehatan: Dana dialokasikan untuk memfasilitasi kebutuhan kesehatan Adik Rizky, baik untuk pengobatan, nutrisi, maupun kebutuhan medis lainnya.
    2. Modal Usaha: Pemberian modal usaha ini dimaksudkan untuk memberdayakan keluarga Adik Rizky agar memiliki sumber penghasilan yang mandiri dan berkelanjutan, sehingga kesehatan dan kesejahteraan mereka dapat terjaga dalam jangka panjang.

    Pendekatan ini dipilih agar keluarga Adik Rizky tidak hanya terbantu saat ini, tetapi juga memiliki harapan untuk bangkit secara ekonomi di masa mendatang.

    Ungkapan Syukur dan Harapan

    Mewakili keluarga penerima manfaat, Adik Rizky menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas bantuan yang telah diterima.

    Testimoni Penerima Manfaat: “Terima kasih kepada Wujud Aksi Nyata yang telah membantu, semoga sehat selalu dan berkah rezekinya.”

    Ucapan tulus ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa sekecil apa pun uluran tangan kita, dapat membawa dampak besar dan memberikan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan.

    Program ini adalah bukti nyata komitmen para #kawanaksi dalam mewujudkan kepedulian di bidang kesehatan dan ekonomi. Mari terus doakan Adik Rizky dan keluarganya agar diberikan kesembuhan dan kelancaran dalam menjalankan usaha baru mereka.

  • Bantuan Sembako untuk Lansia Dhuafa: Abah Yusuf dan Istri di Kediamannya.

    Bantuan Sembako untuk Lansia Dhuafa: Abah Yusuf dan Istri di Kediamannya.

    Setiap foto yang kami abadikan memiliki cerita di baliknya. Kali ini, kami berkesempatan menyapa dan memberikan dukungan langsung kepada Abah Yusuf dan istri, pasangan lansia dhuafa yang berjuang dalam kesederhanaan. Momen penyaluran ini dilakukan sebagai respons cepat dari Wujud Aksi Nyata (WAN) untuk memastikan lansia di lingkungan kita mendapatkan asupan gizi yang layak.

    Kehidupan di usia senja seharusnya diisi dengan ketenangan, namun bagi banyak lansia, termasuk Abah Yusuf, perjuangan untuk memenuhi kebutuhan harian tak pernah usai. Inilah yang mendorong program bantuan sembako ini dijalankan.

    Detail Bantuan yang Disalurkan

    Tim relawan WAN bergerak cepat dengan membawa bantuan logistik yang sangat dibutuhkan oleh Abah Yusuf. Paket bantuan yang diserahkan tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi juga kualitas gizi untuk menunjang kesehatan lansia.

    Bantuan tersebut terdiri dari:

    • Paket Sembako Lengkap: Beras berkualitas, minyak goreng, dan telur ayam sebagai sumber protein.
    • Makanan Siap Saji: Sarden kaleng dan biskuit Roma yang praktis dan bergizi.
    • Santunan Tunai: Dukungan uang tunai untuk membantu kebutuhan mendesak atau biaya pengobatan Abah Yusuf.

    Penyaluran ini disambut dengan senyum tulus dan penuh syukur dari Abah Yusuf dan istri. Senyum mereka adalah energi terbesar bagi kami, menunjukkan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

    Puji Syukur dan Apresiasi untuk #KawanAksi

    Kami panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas kelancaran program bantuan lansia dhuafa ini. Keberhasilan aksi ini adalah murni karena izin-Nya dan keberkahan dari niat baik yang diwujudkan.

    Terima kasih yang tak terhingga kami sampaikan kepada seluruh #KawanAksi. Kamu adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang berjuang dari balik layar. Setiap donasi yang Kamu percayakan melalui Wujud Aksi Nyata (WAN) kini telah menjelma menjadi beras, minyak, dan senyum syukur Abah Yusuf.

    KawanAksi telah membuktikan bahwa kepedulian sosial, terutama terhadap lansia sebatang kara dan dhuafa, adalah tanggung jawab bersama yang harus terus kita jaga. Semoga Allah SWT melimpahkan keberkahan dan membalas kebaikan Anda dengan pahala yang berlipat ganda.

    Jadilah Bagian dari Gerakan Bantuan Lansia Berkelanjutan

    Kisah Abah Yusuf hanyalah satu dari ribuan kisah lansia dhuafa di Indonesia yang membutuhkan uluran tangan kita.

    Mari bersama Wujud Aksi Nyata, kita perluas jangkauan kebaikan ini. Jangan biarkan lansia dan kaum dhuafa lainnya berjuang sendiri. Kontribusi Kamu sangat berarti, baik dalam bentuk donasi sembako maupun dukungan moral.

    Mari wujudkan aksi nyata, hadirkan senyum, dan jadilah pahlawan bagi lansia di sekitar Kita. Bersama #KawanAksi, kita wujudkan masyarakat yang peduli dan berempati.Donasi

  • Uluran Tangan untuk Kakek Idris dan Adik Dama di Langsa, Aceh

    Uluran Tangan untuk Kakek Idris dan Adik Dama di Langsa, Aceh

    Kisah perjuangan Kakek Idris (71 tahun) di Desa Cinta Raja, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, Aceh, adalah gambaran nyata dari kasih sayang tak terbatas. Di bawah terik matahari yang menyengat, dengan langkah terseok tanpa alas kaki, Kakek Idris menyusuri jalanan sejauh 20 kilometer setiap hari. Bukan hanya membawa dagangan usus goreng, ia juga menggendong cucu tercintanya, Muhammad Dama (9 tahun), yang mengidap Cerebral Palsy dan Bronkopneumonia.

    Kisah pilu ini menjadi pemicu bagi kami untuk segera bergerak.

    Perjuangan Sebatang Kara di Bantaran Sungai

    Kisah pilu Dama dimulai pada 2018, tepat setelah ia didiagnosis sakit. Kedua orang tuanya pergi merantau dan tidak pernah kembali, meninggalkan Dama yang masih berusia 4 tahun bersama sang kakek di sebuah gubuk reot berdinding tepas anyaman bambu tanpa listrik.

    Setiap hari, Kakek Idris terpaksa membawa Dama yang sakit berjalan bersamanya sejauh 20 kilometer, karena tak ada yang menjaga di rumah. Dengan keuntungan harian hanya sekitar Rp10.000, Kakek hanya bisa membeli beras dan air, bahkan busa tempat tidur Dama sudah lusuh dan kakinya sering digigit tikus saat malam tiba. Melihat cucunya menangis menahan panas dan sakit sering membuat Kakek terenyuh. Harapan terbesarnya sederhana: melihat Dama sembuh dan bisa bermain normal sebelum ajal menjemput.

    Bantuan UntukKakek Idris dan Adik Dama

    Alhamdulillah, berkat izin dan karunia Allah SWT, kami dan para relawan dapat segera bergerak untuk meringankan beban Kakek Idris dan Dama. Kondisi yang sangat mendesak ini—mulai dari tempat tinggal yang tak layak, hingga kesulitan memenuhi kebutuhan pangan—membuat bantuan yang tersalurkan terasa begitu berharga.

    Pada kesempatan kunjungan ini, pararelawan menyalurkan bantuan berupa paket sembako lengkap untuk memastikan kebutuhan pangan mereka tercukupi, serta sejumlah uang tunai yang dapat digunakan Kakek Idris untuk kebutuhan mendesak tanpa harus memaksakan diri berjualan saat sakit. Bantuan ini menjadi jeda istirahat bagi sang kakek.

    Terima Kasih kepada Para #KawanAksi

    Kami panjatkan syukur sebesar-besarnya, dan terima kasih tak terhingga kami sampaikan kepada seluruh #KawanAksi di manapun berada. Kamu adalah pahlawan sejati bagi Kakek Idris dan Dama.

    Tindakan mulia Kamu telah mengubah kisah pilu ini menjadi harapan nyata. Keikhlasan #KawanAksi yang mempercayakan amanah melalui kami telah memastikan Kakek Idris mendapatkan sedikit keringanan di usia senjanya. Semoga setiap rupiah yang Kamu berikan dibalas dengan pahala berlipat ganda, dan Allah SWT menjadikan rezeki Kamu berkah, mengalir, serta selalu dilindungi dari kesulitan.

    Mari Lanjutkan Estafet Kebaikan

    Kisah Kakek Idris adalah pengingat bahwa di sekitar kita, masih banyak lansia dhuafa sebatang kara yang berjuang dalam keterbatasan dan penyakit.

    Mari kita teruskan estafet kebaikan ini. Jadikan kepedulian sebagai gaya hidup. Jangan biarkan mereka berjuang sendirian.

    “Tidak ada yang terjadi di alam semesta ini, kecuali dengan izin Allah.” Dan, izin Allah hadir melalui tangan-tangan kebaikan Anda. Sampai jumpa di aksi kemanusiaan berikutnya!

  • 5 Pilar Tanggung Jawab Istri Kepada Suami: Membangun Rumah Tangga Berbasis Mawaddah

    5 Pilar Tanggung Jawab Istri Kepada Suami: Membangun Rumah Tangga Berbasis Mawaddah

    Rumah tangga dalam Islam didirikan di atas fondasi sakral yang disebut Mitsaqan Ghalizha (Perjanjian yang Kuat). Dalam kemitraan ini, setiap pasangan—suami dan istri—memiliki peran, hak, dan tanggung jawab yang saling melengkapi. Meskipun suami bertanggung jawab penuh atas nafkah, istri memiliki peran sentral yang esensial dalam menentukan kedamaian (sakinah), keharmonisan (mawaddah), dan kasih sayang (rahmah) di dalam keluarga.

    Berikut adalah lima tanggung jawab utama seorang istri kepada suaminya, berdasarkan tuntunan syariat Islam:

    1. Ketaatan dalam Kebaikan (Tho’at)

    Tanggung jawab tertinggi seorang istri adalah menaati suaminya selama perintah tersebut berada dalam koridor kebaikan dan tidak bertentangan dengan syariat Allah SWT. Ketaatan ini merupakan salah satu kunci utama istri menuju surga.

    Rasulullah ﷺ bersabda, jika seorang istri menjaga shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya, dan menaati suaminya, ia akan masuk surga dari pintu mana pun yang ia kehendaki.

    Ketaatan ini adalah bentuk pengakuan terhadap qawwamah (kepemimpinan) suami, dan berfungsi sebagai penopang keharmonisan dalam pengambilan keputusan rumah tangga. Batas dari ketaatan ini jelas: tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Pencipta (Laa tha’ata li makhluqin fii ma’shiyatil khaaliq).

    2. Menjaga Kehormatan Diri dan Harta Suami

    Istri memiliki amanah ganda: menjaga kehormatan dirinya dari segala bentuk perbuatan tercela dan menjaga aset suaminya.

    • Menjaga Kehormatan Diri: Seorang istri yang salehah wajib menjaga kesucian dirinya dan tidak mengizinkan orang yang tidak disukai suami untuk masuk ke dalam rumah.
    • Menjaga Harta: Istri bertindak sebagai pengelola dan manajer keuangan rumah tangga. Ia tidak boleh membelanjakan harta suami untuk hal-hal yang tidak perlu atau memberikannya kepada pihak lain tanpa izin suaminya, kecuali untuk nafkah harian yang sudah dimaklumi.

    3. Melayani Kebutuhan Batin Suami

    Tanggung jawab penting lain adalah memenuhi kebutuhan biologis suami ketika ia memintanya, kecuali jika istri memiliki uzur syar’i seperti sakit, haid, atau nifas.

    Tuntunan ini diberikan untuk menjaga kesucian pasangan dan membentengi rumah tangga dari godaan maksiat. Dalam hadis yang diriwayatkan Muslim, terdapat peringatan keras bagi istri yang menolak suaminya tanpa alasan yang dibenarkan, menunjukkan betapa seriusnya pemenuhan hak ini demi kemaslahatan bersama.

    4. Mengurus dan Menciptakan Kenyamanan Rumah Tangga

    Meskipun tugas mencari nafkah di luar adalah milik suami, tugas utama di dalam rumah berada di tangan istri sebagai “Ratu Rumah Tangga.”

    Istri bertanggung jawab memberikan pelayanan terbaik dalam batas kemampuannya, seperti merapikan rumah, memasak, dan menciptakan suasana damai (sakinah) agar suami merasa tenang saat kembali dari kesibukan luar. Peran istri sebagai manajer domestik ini sangat menentukan kualitas emosional dan spiritual seluruh anggota keluarga.

    5. Tidak Keluar Rumah Tanpa Izin Suami

    Istri tidak diperkenankan keluar dari rumah tanpa seizin suaminya, terutama jika itu bukan keperluan mendesak, seperti mengunjungi orang tua sakit atau menuntut ilmu yang wajib.

    Prinsip ini adalah wujud ketaatan terhadap kepemimpinan suami dan berfungsi sebagai langkah preventif untuk menjaga kehormatan dan keselamatan istri di luar rumah. Suami, pada gilirannya, dituntut untuk bersikap adil dan tidak mempersulit izin tersebut jika ada kebutuhan yang wajar.

    Tanggung jawab istri bukanlah beban, melainkan jalan mulia menuju keberkahan rumah tangga dan ridha Allah SWT. Ketika suami dan istri saling memahami dan menunaikan hak dan kewajiban masing-masing dengan dasar mawaddah wa rahmah, maka rumah tangga akan menjadi jannati (surgaku) di dunia.

  • 10 November: Mengenang Api Semangat dan Merayakan Para Pahlawan Bangsa

    10 November: Mengenang Api Semangat dan Merayakan Para Pahlawan Bangsa

    Setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia merayakan Hari Pahlawan. Momen ini bukan sekadar libur nasional tanpa tanggal merah, melainkan pengingat sakral akan keberanian luar biasa yang pernah ditorehkan rakyat Indonesia, khususnya dalam Pertempuran Surabaya tahun 1945.

    Peristiwa ini adalah simbol keteguhan bangsa yang menolak menyerah dan menjadi penentu bahwa kemerdekaan 17 Agustus 1945 adalah harga mati.

    Sejarah Singkat: Ketika Ultimatum Ditolak

    Sejarah Hari Pahlawan berakar pada peristiwa dramatis di Kota Surabaya setelah Proklamasi Kemerdekaan. Kedatangan pasukan Sekutu (AFNEI) yang diboncengi oleh NICA (Belanda) pada Oktober 1945 awalnya bertujuan melucuti senjata Jepang. Namun, tindakan mereka yang mulai membebaskan tawanan Belanda dan mencoba menduduki kembali wilayah vital memicu perlawanan rakyat.

    Puncak ketegangan terjadi pada 30 Oktober 1945, ketika Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby, komandan pasukan Inggris di Jawa Timur, tewas dalam insiden baku tembak di dekat Jembatan Merah. Kematian Mallaby membuat pihak Inggris marah besar.

    Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh, penggantinya, mengeluarkan ultimatum keras pada 9 November 1945. Ultimatum ini menuntut seluruh pejuang dan rakyat Surabaya untuk menyerahkan senjata dan menyerah tanpa syarat pada tanggal 10 November 1945, pukul 06.00 pagi.

    Alih-alih menyerah, rakyat Surabaya yang dipimpin oleh tokoh-tokoh seperti Bung Tomo—dengan orasi yang membakar semangat—Gubernur Suryo, dan para ulama seperti K.H. Hasyim Asy’ari, menolak ultimatum tersebut mentah-mentah.

    Surabaya, Neraka Pertempuran Tiga Minggu

    Penolakan itu memicu pecahnya pertempuran terbesar dan terberat sepanjang Revolusi Nasional Indonesia.

    Pada 10 November 1945, Surabaya diserbu habis-habisan dari darat, laut, dan udara oleh pasukan Sekutu bersenjata lengkap. Rakyat Surabaya, dengan modal semangat “Merdeka atau Mati!” dan senjata seadanya, melawan balik dengan gigih.

    Pertempuran berlangsung selama kurang lebih tiga minggu dan menimbulkan kerugian yang sangat besar. Sekitar 20.000 rakyat dan pejuang Indonesia gugur sebagai martir perjuangan. Namun, di sisi lain, kegigihan arek-arek Suroboyo juga menyebabkan kerugian besar di pihak Inggris.

    Secara militer, Indonesia mungkin “kalah,” tetapi secara moral dan politis, Pertempuran Surabaya adalah kemenangan besar. Kabar tentang keberanian rakyat biasa yang tanpa takut menghadapi militer asing yang jauh lebih kuat menyebar ke seluruh dunia, meningkatkan dukungan internasional terhadap kedaulatan Republik Indonesia.

    Atas pengorbanan heroik dan keberanian yang tak terbatas inilah, Kota Surabaya mendapat julukan Kota Pahlawan, dan tanggal 10 November ditetapkan sebagai Hari Pahlawan Nasional melalui Keppres Nomor 316 Tahun 1959.

    Makna Pahlawan di Era Modern

    Peringatan Hari Pahlawan bukan hanya ritual mengenang masa lalu. Di era kemerdekaan, semangat kepahlawanan harus diwujudkan dalam tindakan nyata:

    1. Melanjutkan Perjuangan: Berjuang bukan lagi mengangkat senjata, melainkan berjuang melawan kebodohan, kemalasan, korupsi, dan perpecahan.
    2. Integritas dan Tanggung Jawab: Meneladani ketulusan dan pengorbanan para pahlawan dengan menjalankan tanggung jawab sebagai warga negara yang jujur dan berintegritas.
    3. Persatuan: Menjaga semangat persatuan yang telah dibuktikan di Surabaya, di mana rakyat dari berbagai latar belakang bersatu melawan musuh bersama.

    Pahlawan masa kini adalah setiap individu yang berkontribusi positif dan berani melakukan perubahan demi mewujudkan cita-cita Indonesia yang adil dan makmur.