Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 2026, kesadaran masyarakat untuk melunasi hutang puasa tahun lalu mulai meningkat. Membayar hutang puasa Ramadan (Qadha) merupakan bentuk kesiapan spiritual agar kita memasuki Ramadan tahun ini tanpa beban tanggungan ibadah masa lalu.
Bagi #KawanAksi, momen ini adalah waktu yang kritis. Mengingat waktu yang semakin mepet, memahami aturan main Qadha puasa dan fidyah menjadi hal yang wajib diketahui agar ibadah kita sah secara syariat.
Aturan Fikih: Kapan Batas Terakhir Bayar Hutang Puasa?
Menurut mayoritas ulama, batas akhir membayar hutang puasa adalah hingga akhir bulan Sya’ban, tepat sehari sebelum Ramadan dimulai. Namun, sangat dianjurkan untuk tidak menunda hingga hari-hari terakhir guna menghindari kondisi fisik yang drop saat memasuki puasa Ramadan.
“Siapa saja yang memiliki hutang puasa Ramadan, hendaklah ia segera meng-qadha-nya sebelum datang Ramadan berikutnya.” (Disarikan dari HR. Bukhari & Muslim).
Bagaimana Jika Hutang Puasa Belum Lunas Sampai Ramadan Tiba?
Jika seseorang menunda Qadha tanpa alasan yang syar’i hingga Ramadan berikutnya tiba, maka menurut Madzhab Syafi’i, ia wajib:
- Meng-qadha puasa tersebut setelah Ramadan usai.
- Membayar Fidyah (memberi makan orang miskin) sebagai denda atas keterlambatannya.
Tips Sehat Qadha Puasa di Akhir Waktu
Bagi #KawanAksi yang sedang mengejar hutang puasa di bulan Sya’ban ini, pastikan asupan nutrisi tetap terjaga. Konsumsi karbohidrat kompleks saat sahur dan pastikan hidrasi tubuh cukup agar tidak mengganggu produktivitas harian.
Sempurnakan Ibadah dengan Sedekah Infaq
Sembari melunasi hutang puasa kepada Allah SWT, alangkah indahnya jika kita juga melunasi “hutang sosial” kepada sesama. Menyalurkan infaq menjelang Ramadan akan membantu meringankan beban saudara kita yang kesulitan pangan, sehingga mereka bisa menyambut Ramadan dengan perut yang kenyang dan hati yang tenang.
Wujudkan kepedulian Anda dengan berbagi melalui platform terpercaya: 👉 Tunaikan Fidyah Disini- Wujud Aksi Nyata & Infaq Disini- WAN