Siapa Saja Orang yang Merugi di Bulan Ramadan? Cek 5 Ciri-cirinya

Ramadan adalah bulan di mana pintu surga dibuka lebar, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Namun, di tengah hamparan rahmat yang begitu luas, terdapat sebuah peringatan keras tentang golongan orang yang justru keluar dari bulan suci ini tanpa membawa apa-apa selain rasa lapar dan haus.

Bagi #KawanAksi, memahami kriteria orang yang merugi adalah langkah awal agar kita tidak tergolong di dalamnya. Ramadan merupakan momentum transformasi jiwa yang sangat mahal harganya.

1. Orang yang Berpuasa Tapi Meninggalkan Shalat

Puasa dan shalat adalah dua rukun Islam yang tidak bisa dipisahkan. Berdasarkan penjelasan dalam Kitab Fatawa Arkanul Islam, shalat adalah tiang agama. Orang yang menahan lapar dan haus namun sengaja meninggalkan shalat wajib, ibarat membangun bangunan tanpa pondasi. Puasanya terancam sia-sia karena amal ibadah lain bergantung pada tegaknya shalat.

2. Orang yang Tidak Menjaga Lisannya

Inilah golongan yang hanya mendapatkan lapar dan haus. Mengacu pada Hadits Riwayat Bukhari, Allah tidak butuh pada puasa seseorang yang tidak meninggalkan perkataan dusta (zuur). Termasuk di dalamnya adalah mereka yang masih asyik melakukan ghibah (bergunjing), memfitnah, atau mencaci maki di media sosial saat sedang berpuasa.

3. Orang yang Melewatkan Waktu Mustajab Doa

Dalam Hadits Riwayat Tirmidzi, disebutkan bahwa doa orang yang berpuasa hingga ia berbuka tidak akan tertolak. Orang yang merugi adalah mereka yang saat ngabuburit atau menjelang berbuka justru sibuk dengan hal sia-sia dan lalai memohon ampunan atau memanjatkan hajat kepada Allah SWT.

4. Orang yang Mendapati Ramadan tapi Tidak Diampuni Dosanya

Ini adalah peringatan keras dari Malaikat Jibril yang diaminkan oleh Rasulullah SAW. Merugi bagi siapa saja yang masuk ke bulan Ramadan, namun hingga bulan berakhir, ia tidak bersungguh-sungguh bertaubat sehingga dosa-dosanya tetap menumpuk. Hal ini terjadi karena mereka menganggap Ramadan hanya sebagai rutinitas tahunan biasa.

5. Orang yang Enggan Berbagi

Ramadan adalah bulannya kedermawanan. Dalam literatur Lathaif Al-Ma’arif, sedekah di bulan Ramadan adalah yang paling utama. Orang yang merugi adalah mereka yang memiliki kelebihan harta, namun hatinya tertutup untuk membantu sesama yang sedang kesulitan pangan dan kebutuhan pokok.

#KawanAksi jangan sampai kita menjadi bagian dari orang yang merugi tersebut. Mari kita tebus kekurangan ibadah kita dengan memperbanyak sedekah bagi yatim dan dhuafa melalui Wujud Aksi Nyata. Pastikan harta Kamu menjadi saksi kebaikan di akhirat nanti.

Salurkan sedekah penghapus dosa di sini: 👉 Sedekah Penghapus Dosa – Wujud Aksi Nyata

Postingan Lainnya

Organisasi filantropi profesional yang menyalurkan donasi dan menjalankan program sosial untuk pemberdayaan desa di Indonesia.

copyright @ 2025
Terms & Conditions | Hubungi kami