Di antara ribuan sahabat Nabi Muhammad SAW, ada satu nama yang nasib baiknya di akhirat sudah terjamin secara eksplisit melalui lisan suci Rasulullah SAW. Beliau adalah Ukkasyah bin Mihshan RA. Sosok ini memberikan pelajaran berharga bagi #KawanAksi tentang pentingnya menjadi yang terdepan dalam setiap kesempatan amal shalih.
Bagaimana kisah beliau bisa mendapatkan jaminan luar biasa tersebut? Mari kita telusuri kisahnya berdasarkan riwayat yang shahih.
1. Peristiwa Sab’uuna Alfan (70.000 Orang Masuk Surga)
Kisah ini bermula saat Rasulullah SAW menceritakan tentang pemandangan kiamat yang diperlihatkan kepadanya. Beliau melihat umat-umat terdahulu, lalu beliau melihat umatnya dalam jumlah yang sangat besar. Rasulullah SAW bersabda:
“Bersama mereka (umatku) ada 70.000 orang yang masuk surga tanpa hisab (perhitungan amal) dan tanpa azab (siksa).” (HR. Bukhari dan Muslim)
Mendengar hal itu, para sahabat terdiam penuh harap. Rasulullah kemudian menjelaskan bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak meminta diruqyah (dengan cara yang salah), tidak melakukan thiyarah (beranggapan sial), dan senantiasa bertawakal penuh kepada Allah.
2. Kecepatan Ukkasyah Menjemput Takdir
Sebelum Rasulullah SAW menyelesaikan penjelasannya lebih jauh, tiba-tiba seorang sahabat berdiri dengan cepat. Dialah Ukkasyah bin Mihshan. Ia berkata:
“Ya Rasulullah, doakanlah kepada Allah agar aku termasuk golongan mereka.”
Maka Rasulullah SAW pun menjawab: “Engkau termasuk golongan mereka.” (HR. Bukhari No. 5705). Kalimat singkat Nabi ini seketika menjamin tempat Ukkasyah di surga tanpa perlu melewati proses timbangan amal yang mendebarkan.
3. Pelajaran dari “Sabaqaka bihaa Ukkasyah”
Melihat Ukkasyah berhasil, sahabat lain pun berdiri dan meminta hal yang sama. Namun, Rasulullah SAW menjawab dengan kalimat yang melegenda: “Sabaqaka bihaa Ukkasyah” (Ukkasyah telah mendahuluimu).
Ulama dalam Kitab Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa jawaban Nabi ini mengajarkan bahwa keberuntungan dan kemuliaan seringkali berpihak pada mereka yang paling cepat merespon kebaikan (fatsabiqul khairat).
4. Sosok Pejuang yang Tangguh
Ukkasyah bukan hanya “beruntung” soal doa, ia adalah mujahid yang gagah berani. Ia terlibat dalam Perang Badar dengan sangat luar biasa hingga pedangnya patah. Rasulullah kemudian memberinya sebuah ranting kayu, yang saat digerakkan Ukkasyah, berubah menjadi pedang baja yang sangat kuat dan tajam. Pedang itu diberi nama Al-‘Aun.
Sempurnakan Semangat Kebaikan #kawanaksi
Kisah Ukkasyah bin Mihshan mengajarkan kita untuk tidak menunda-nunda kebaikan. Di bulan yang penuh berkah ini, setiap peluang amal—sekecil apa pun—adalah tiket menuju keridhaan Allah.
Mari ikuti jejak “gercep” Ukkasyah dalam berbagi. Jangan tunda sedekah Kamu hari ini, karena satu suapan bagi mereka yang lapar bisa jadi adalah wasilah ampunan bagi kita.
Tunaikan aksi nyata melalui Wujud Aksi Nyata: 👉 Sedekah Cepat Berkah – Wujud Aksi Nyata
Menjadi yang Terdepan
Ukkasyah bin Mihshan membuktikan bahwa surga adalah bagi mereka yang bersegera. Mari kita perbaiki tawakal kita kepada Allah, agar kelak kita bisa berkumpul bersama golongan orang-orang yang wajahnya bercahaya seperti rembulan di surga.